Monday, 24 September 2012

Perangkat Keras Untuk Akses Internet

   Diperlukan perangkat lunak dan perangkat keras yang memadai untuk bisa mengakses internet dari komputer. Contoh dari perangkat lunak adalah web browser yang disediakan dari sistem operasi (OS) atau didownload dari internet. Contohnya adalah Internet Explorer (dari Windows), Safari (dari Mac OS), Firefox, Opera, dll. Sementara, perangkat keras yang digunakan untuk mengakses internet adalah sebagai berikut.

I. Modem dial up/modem kabel/modem ADSL

Modem dial up eksternal
 

   Modem (modulator demodulator) berfungsi mengubah gelombag analog menjadi sinyal digital, dan sebaliknya, sehingga komputer dapat terkoneksi dengan internet. Gelombang dari jaringan telepon adalah gelombang analog, sementara komputer hanya dapat bekerja dengan bilangan digital. Maka karena itu, agar gelombang jaringan telepon dapat diterima oleh komputer, modem berfungsi mengubah gelombang analog telepon menjadi sinyal digital sehingga dapat diterima komputer, dan sebaliknya.
    Untuk PC, biasanya menggunakan modem dial up yang terhubung dengan line telepon. Secara fisik, modem dial up terbagi menjadi dua, yaitu modem internal yang terpasang didalam komputer, dan modem eksternal yang dipasang dengan menggunakan kabel telepon, serial, ataupun USB. Modem dial up memiliki kecepatan download sebesar 56 kbps. Pada penggunaan akses dial up, ketika komputer tersambung ke server ISP, pelanggan akan dibebani biaya pulsa telepon plus layanan ISP yang jumlahnya bervariasi, tergantung lamanya koneksi. 

   Selain modem dial up, ada juga modem ADSL (Assymetric Digital Subscriber Line). Modem ADSL memiliki kecepatan tinggi. Modem seperti ini dikembangkan dengan teknologi DMT (Discrete Multi Tone).  Dalam mengakses internet, ADSL dapat menggunakan line telepon tanpa mengganggu saluran komunikasi percakapan. Jadi, mengakses internet sambil tetap menggunakan telepon untuk berkomunikasi. Pengguna ADSL diharuskan mendaftar dulu ke ISP.

Modem ADSL
   Modem ADSL menggunakan line TV kabel. Pemasangan jaringan internet dengan modem jenis ini lebih rumit dibandingkan dengan modem jenis lainnya. Pendaftaran untuk akses internet dengan modem kabel menggunakan MAC Address (Media Access Control Address). Ketika modem kabel rusak, pengguna harus mendaftar kembali MAC Address baru untuk modem kabel baru. Sedangkan untuk modem ADSL, pengguna dapat langsung menggunakan modem baru tanpa harus mendaftar kembali ke ISP.

   Kecepatan sebuah modem diukur dengan satuan bps (bit per second) atau kbps (kilobit per second). Kecepatan modem dial up bervariasi, dari 14.4 hingga 56.6 kbps. Semakin tinggi kecepatannya, semakin singkat waktu page loading, sehingga dapat menghemat biaya pulsa telepon.

   Berdasarkan proses kerjanya, modem terbagi menjadi dua, yaitu hardware modem dan software modem. Hardware modem adalah modem yang bekerja menggunakan chip khusus untuk menangani fungsi komunikasi data. Sedangkan pada software modem, pekerjaan dilakukan sebuah program driver.

II. Line telepon, TV kabel, ISDN, satelit, PLC, telepon seluler

   Selain modem, diperlukan juga salah satu perangkat berikut untuk mengakses internet.

Line Telepon

   Saat ini, dengan line telepon dan modem dial up, pengguna tidak harus mendaftar ke ISP, misalnya dengan menggunakan paket Telkomnet instan yang secara langsung dapat melakukan akses internet. Line telepon dapat juga digunakan untuk koneksi broadband dengan menggunakan modem ADSL.

TV Kabel
   Jaringan TV kabel dapat dipakai untuk koneksi ke internet dengan kecepatan maksimum 27 Mbps untuk downstream, dan 2.5 Mbps untuk upstream. Agar dapat menggunakan modem kabel, komputer harus dilengkapi dengan kartu ethernet.

ISDN (Integrated System Digital Network)

   Selain akses internet melalui modem dapat pula menggunakan teknologi ISDN. ISDN adalah jaringan digital yang memberikan berbagai macam layanan telekomunikasi yang berlaku di seluruh dunia, dan merupakan transisi sistem telepon analog ke sistem digital.

Satelit

   Satelit dapat digunakan sebagai media untuk mengakses layanan internet. Untuk daerah yang tak terjangkau dengan line telepon, TV kabel, ataupun teknologi broadband lainnya, satelit merupakan jawabannya. Di Indonesia, pengguna dapat menggunakan internet satelit dengan menggunakan VSAT (Very Small Aperture Terminal), yaitu stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang lebih 3 meter. Fungsi utama VSAT adalah menerima dan mengirim data ke satelit, dan satelit berfungsi meneruskan sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di bumi. 
PLC (Power Line Communication)

   PLC adalah akses internet yang dilakukan melalui saluran kabel listrik, dengan menumpangkan aliran data. Di negara maju, penggunaan saluran kabel listrik untuk mengakses internet sudah mulai dimasyarakatkan.
Internet juga dikembangkan untuk aplikasi wireless dengan memanfaatkan telepon seluler. Protokol yang digunakan disebut WAP (Wireless Application Protocol). Selain WAP, dikembangkan beberapa teknologi lain, yaitu:

a. GPRS (General Packet Radio Service)
b. EDGE (Enhanced Data for Global Evolution)
c. UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service)
d. HSDPA (High Speed Downlink Packet Access)

Monday, 17 September 2012

Asal Mula Internet

Asal Mula Internet

   Pada awalnya, internet berasal dari sebuah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer yang terhubung satu sama lain, dan membentuk sebuah jaringan (network). Pada 1969, internet pertama kali dikembangkan dengan nama ARPAnet (Advanced Research Project Agency network) oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Awalnya, ARPAnet dibangun dengan tujuan membuat jaringan komputer yang tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang diperkirakan rawan dihancurkan jika semisalnya terjadi peperangan. Jika satu bagian dari jaringan tersebut terputus, maka jalur yang melalui jaringan tersebut akan dipindahkan secara otomatis ke jalur lain.

   Pada 1977, lebih dari seratus komputer mini dan mainframe terkoneksi ke ARPAnet. Jaringan ini dimanfaatkan oleh para dosen dan mahasiswa untuk berbagi informasi, tanpa meninggalkan komputer.Di awal tahun 1980-an, ARPAnet dibagi menjadi dua jaringan, yaitu ARPAnet dan Milnet (Military Network). Keduanya saling berhubungan sehingga komunikasi tetap dapat berjalan. Jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, namun akhirnya hanya disebut internet. Internet hanya dapat diakses melalui komputer mini dan mainframe. Setelah dibukanya Usenet dan Bitnet, internet dapat diakses melalui PC. Protokol yang digunakan adalah TCP/IP, dengan penggunaa sistem DNS (Domain Name Service).

    Pada 1986, dibentuk NSFNET (National Science Foundation Network) yang perlahan menggantikan ARPAnet. Pada Maret 1990, ARPAnet dibubarkan. Pada masa NSFNET, berbagai jaringan internasional didirikan dan dihubungkan ke NSFNET. Saat ini, ada lebih dari 4 juta host internet di seluruh dunia. Sejak 1988, internet tumbuh secara cepat dan berlipat ganda setiap tahun.

Perkembangan Internet di Indonesia

   Internet masuk ke Indonesia sekitar akhir tahun 1980-an. Jaringan ini menghubungkan lima universitas dengan fasilitas dial up yang disebut UNInet. Kelima universitas tersebut adalah UI, UT, ITB, UGM, dan ITS. Namun jaringan ini tidak berkembang, dikarenakan kurangnya infrastruktur yang memadai.  

   Berikut ini perkembangan internet di Indonesia:

1. 1986-1987
   Berawal dari kegiatan di Amateur Radio Club ITB. Bermodalkan sebuah pesawat Transceiver dan komputer Apple II, belasan anak muda ITB mempelajari paket radio pada band 40 meter, yang kemudian didorong ke arah TCP/IP. Para pelaku radio amatir Indonesia mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang menghubungkan banyak server BBS radio amatir di seluruh dunia.

2. 1989-1990
   
   Berawal dari mailing list pertama, diskusi-diskusi antar mahasiswa Indonesia di luar negeri, pemikiran alternatif dan kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Pola mailing list ini ternyata terus berkembang pesat, terutama di host server ITB dan egroups.com. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang strategis dalam pembangunan komunitas internet di Indonesia.
   Pada awal 1990, komunikasi antara Onno W. Purbo, yang waktu itu berada di Kanada, dengan rekan-rekan radio amatir di Indonesia, dilakukan melalui jaringan radio amatir ini.

3. 1992-1994
   Teknologi paket radio TCP/IP kemudian menjadi tumpuan paguyuban.net. AMPR-net (Amateur Packet Radio network) menggunakan IP pertama yang dikenal dengan domain AMPR.org dan IP 44.132.
   BPPT mengoperasikan gateway paket radio yang bekerja pada band 70 cm dengan menggunakan PC 386 dan DOS, Yyang menjalankan program NOS yang digunakan sebagai gateway paket radio TCP/IP.

4. 1994-1995
   Tahun 1994, mulai beroperasi ISP komersial pertama di Indonesia, yaitu IndoNet. Sambungan ke internet dilakukan menggunakan dial up oleh IndoNet. Akses awal mula-mula memakai kode teks dengan shell account, browser Jynx, dan e-mail client pine pada server AIX. Mulai 1995, beberapa BBS di Indonesia, seperti Clarissa, menyediakan jasa akses telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser lynx di AS, pemakai internet di Indonesia dapat mengakses internet (HTTP).