Monday, 17 September 2012

Asal Mula Internet

Asal Mula Internet

   Pada awalnya, internet berasal dari sebuah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer yang terhubung satu sama lain, dan membentuk sebuah jaringan (network). Pada 1969, internet pertama kali dikembangkan dengan nama ARPAnet (Advanced Research Project Agency network) oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Awalnya, ARPAnet dibangun dengan tujuan membuat jaringan komputer yang tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang diperkirakan rawan dihancurkan jika semisalnya terjadi peperangan. Jika satu bagian dari jaringan tersebut terputus, maka jalur yang melalui jaringan tersebut akan dipindahkan secara otomatis ke jalur lain.

   Pada 1977, lebih dari seratus komputer mini dan mainframe terkoneksi ke ARPAnet. Jaringan ini dimanfaatkan oleh para dosen dan mahasiswa untuk berbagi informasi, tanpa meninggalkan komputer.Di awal tahun 1980-an, ARPAnet dibagi menjadi dua jaringan, yaitu ARPAnet dan Milnet (Military Network). Keduanya saling berhubungan sehingga komunikasi tetap dapat berjalan. Jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, namun akhirnya hanya disebut internet. Internet hanya dapat diakses melalui komputer mini dan mainframe. Setelah dibukanya Usenet dan Bitnet, internet dapat diakses melalui PC. Protokol yang digunakan adalah TCP/IP, dengan penggunaa sistem DNS (Domain Name Service).

    Pada 1986, dibentuk NSFNET (National Science Foundation Network) yang perlahan menggantikan ARPAnet. Pada Maret 1990, ARPAnet dibubarkan. Pada masa NSFNET, berbagai jaringan internasional didirikan dan dihubungkan ke NSFNET. Saat ini, ada lebih dari 4 juta host internet di seluruh dunia. Sejak 1988, internet tumbuh secara cepat dan berlipat ganda setiap tahun.

Perkembangan Internet di Indonesia

   Internet masuk ke Indonesia sekitar akhir tahun 1980-an. Jaringan ini menghubungkan lima universitas dengan fasilitas dial up yang disebut UNInet. Kelima universitas tersebut adalah UI, UT, ITB, UGM, dan ITS. Namun jaringan ini tidak berkembang, dikarenakan kurangnya infrastruktur yang memadai.  

   Berikut ini perkembangan internet di Indonesia:

1. 1986-1987
   Berawal dari kegiatan di Amateur Radio Club ITB. Bermodalkan sebuah pesawat Transceiver dan komputer Apple II, belasan anak muda ITB mempelajari paket radio pada band 40 meter, yang kemudian didorong ke arah TCP/IP. Para pelaku radio amatir Indonesia mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang menghubungkan banyak server BBS radio amatir di seluruh dunia.

2. 1989-1990
   
   Berawal dari mailing list pertama, diskusi-diskusi antar mahasiswa Indonesia di luar negeri, pemikiran alternatif dan kesadaran masyarakat mulai tumbuh. Pola mailing list ini ternyata terus berkembang pesat, terutama di host server ITB dan egroups.com. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang strategis dalam pembangunan komunitas internet di Indonesia.
   Pada awal 1990, komunikasi antara Onno W. Purbo, yang waktu itu berada di Kanada, dengan rekan-rekan radio amatir di Indonesia, dilakukan melalui jaringan radio amatir ini.

3. 1992-1994
   Teknologi paket radio TCP/IP kemudian menjadi tumpuan paguyuban.net. AMPR-net (Amateur Packet Radio network) menggunakan IP pertama yang dikenal dengan domain AMPR.org dan IP 44.132.
   BPPT mengoperasikan gateway paket radio yang bekerja pada band 70 cm dengan menggunakan PC 386 dan DOS, Yyang menjalankan program NOS yang digunakan sebagai gateway paket radio TCP/IP.

4. 1994-1995
   Tahun 1994, mulai beroperasi ISP komersial pertama di Indonesia, yaitu IndoNet. Sambungan ke internet dilakukan menggunakan dial up oleh IndoNet. Akses awal mula-mula memakai kode teks dengan shell account, browser Jynx, dan e-mail client pine pada server AIX. Mulai 1995, beberapa BBS di Indonesia, seperti Clarissa, menyediakan jasa akses telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser lynx di AS, pemakai internet di Indonesia dapat mengakses internet (HTTP).

No comments:

Post a Comment